Menakar Langkah Dua Tahun RA WI Kebarongan

👁️ 24 kali dibaca

Ujian Mutu Perdana di Hadapan Asesor Jawa Tengah

KEBARONGAN — Ruang kelas yang biasanya dipenuhi celoteh riang anak-anak usia dini mendadak berubah menjadi ruang sidang mutu yang penuh makna. Di bawah bentangan rumbai merah putih dan dekorasi dinding warna-warni khas pendidikan anak usia dini, Raudhatul Athfal Wathoniyah Islamiyah (RA WI) Kebarongan resmi menapaki babak penting dalam sejarah perkembangannya yaitu Visitasi Akreditasi oleh Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN PDM) Provinsi Jawa Tengah.

Bagi sebuah institusi yang baru berdiri pada 1 Juli 2024, momen ini bukan sekadar pemenuhan syarat administratif di atas kertas. Ini adalah panggung pembuktian bagaimana ikhtiar mendidik tunas bangsa dirajut secara sistematis selama dua tahun terakhir.

Memegang Microphone dari ruang pertemuan, Kepala RA WI Kebarongan, Ibu Millatun Khasanah, S.Pd.I, memaparkan rekam jejak pertumbuhan madrasah yang dipimpinnya di hadapan para asesor dan jajaran pengelola.

Di hadapan layar proyektor yang menayangkan dokumentasi aktivitas dan fasilitas madrasah, beliau merinci transformasi RA WI sejak hari pertama menyambut santri cilik hingga mampu membangun ekosistem belajar yang terarah dan adaptif. Dua tahun bukanlah waktu yang panjang, namun di tanah Kebarongan yang kental dengan tradisi pendidikan pesantren, waktu tersebut cukup untuk meletakkan fondasi keislaman, pembiasaan adab, dan stimulasi motorik santri usia dini.

Di meja pimpinan sidang, Wakil Tim Asesor BAN PDM Provinsi Jawa Tengah, Bapak Muh. Hasan Basri, S.P., M.P., M.Pd., bersama tim asesor menyimak dengan saksama setiap instrumen penilaian, data, dan portofolio pembelajaran yang diajukan.

Puncak dari proses verifikasi faktual tersebut terekam ketika map dokumen visitasi diserahkan secara simbolis. Berdiri berdampingan di depan bentangan spanduk visitasi, Bapak Muh. Hasan Basri dan Ibu Millatun Khasanah bersama-sama memegang berkas akreditasi, diapit oleh jajaran pendidik berkerudung rapi dan perwakilan pengurus Yayasan dan lembaga.

Bagi pembaca sekilas di media sosial, selembar map dokumen ini mungkin hanya dipandang sebagai selebrasi kelulusan berkas. Namun dalam standar mutu pendidikan modern, akreditasi adalah tolok ukur objektif yang menentukan:

  • Kesesuaian standar proses belajar-mengajar dengan regulasi nasional.
  • Kelayakan sarana dan prasarana penunjang kenyamanan santri cilik.
  • Kompetensi pendidik dalam merancang ruang tumbuh yang aman, ramah anak, dan bernafaskan nilai-nilai islami.

Langkah RA WI Kebarongan menempuh visitasi di usia yang masih sangat muda menegaskan komitmen madrasah untuk tidak menunggu berpuluh tahun untuk tertib tata kelola. Dengan akreditasi ini, RA WI memantapkan posisinya sebagai gerbang awal yang kredibel dalam pendidikan berjenjang di bawah naungan Yayasan POMESMAWI Kebarongan.

Tinggalkan komentar

× Pratinjau Foto